Tampilkan postingan dengan label Tugas ISD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas ISD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Februari 2012

ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN KESEJAHTERAAN


Peranan Iptek Dalam Meningkatkan SDM Indonesia

Teknologi kini telah menjadi bagian dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas hingga menengah kebawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat martabat manusia.
Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan IPTEK dalam rangka untuk mengolah SDA yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dimana dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata.Begitu juga diharapkan SDM nya bisa lebih baik lagi,apalagi banyak kemudahan yang kita dapatkan. Namun,berbanding terbalik dengan realita yang ada karena semakin canggih perkembangan teknologi,telah membuat masyarakat menjadi malas yang disebabkan oleh kemudahan-kemudahan yang ada tersebut.Ambil saja salah satu contoh perkembangan IPTEK dibidang telekomunikasi dimana zaman dahulu handphone itu sangat langka karena harganya yang mahal berbeda dengan sekarang harga handphone sudah sangat murah dan menjangkau lapisan menengah ke bawah.
Disatu sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik sekali di aspek telekomunikasi, namun pelaksanaan pembangunan IPTEK masih belum merata. Masih banyak masyarakat kurang mampu yang putus harapannya untuk mendapatkan pengetahuan dan teknologi tersebut. Hal itu dikarenakan tingginya biaya pendidikan yang harus mereka tanggung. Maka dari itu,pemerintah perlu menyikapi dan menanggapi masalah-masalah tersebut, agar peranan IPTEK dapat bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada.
Adapun Rumusan Masalah yang dapat penulis angkat yaitu bagaimana pelaksanaan dan pengembangan IPTEK di Indonesia serta apakah peranan IPTEK ditengah zaman yang semakin pesat dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia
Peradaban bangsa dan masyarakat dunia di masa depan sudah dipahami dan disadari akan berhadapan dengan situasi serba kompleks dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan, sebut saja antara lain; cloning, cosmology, cryonics, cyberneties, exobiology, genetic, engineering dan nanotechnology. Cabang-cabang IPTEK itu telah memunculkan berbagai perkembangan yang sangat cepat dengan implikasi yang menguntungkan bagi manusia atau sebaliknya.



Untuk mendayagunakan Iptek diperlukan nilai-nilai luhur agar dapat dipertanggungjawabkan. Rumusan 4 (empat) nilai luhur pembangunan Iptek Nasional, yaitu :
1. Accountable, penerapan Iptek harus dapat dipertanggungjawabkan baik secara moral, lingkungan, finansial, bahkan dampak politis
2. Visionary, pembangunan Iptek memberikan solusi strategis dan jangka panjang, tetapi taktis dimasa kini, tidak bersifat sektoral dan tidak hanya memberi implikasi terbatas.
3. Innovative, asal katanya adalah “innovere” yang artinya temuan baru yang bermanfaat. Nilai luhur pembangunan Iptek artinya adalah berorientasi pada segala sesuatu yang baru, dan memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya untuk memproduksi inovasi baru dalam upaya inovatif untuk meningkatkan produktifitas.
4. Excellence, keseluruhan tahapan pembangunan Iptek mulai dari fase inisiasi, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, implikasi pada bangsa harus baik, yang terbaik atau berusaha menuju yang terbaik.
Pesatnya kemajuan Iptek memerlukan penguasaan, pemanfaatan, dan kemajuan Iptek untuk memperkuat posisi daya saing Indonesia dalam kehidupan global.
Contoh dampak perkembangan IPTEK di Indonesia :
1.    Peningkatan Kesehatan :
· Perkembangan Ilmu Kedeokteran seperti : ilmu bedah dan lain-lain
· Penemuan alat-alat kedokteran seperti : stetoskup, USG, dan lain-lain
· Penemuan obat-obatan seperti : anti biotik, vaksin dan lain-lain
· Penemuan radio aktif untuk mendeteksi penyakit secara tepat seperti tumor dan lain-lain
· Penelitian tentang kuman-kuman penyakit dan lain-lain.
2. Penyediaan Energi :
· Kebutuhan akan energi
· Sumber-sumber energi



· Sumber energi konvensional tak dapat diperbaharui
· Sumber energi pengganti yang tak habis pakai
· Konversi energi dari satu bentuk kebentuk yang lain.

Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Visi dan misi IPTEK dirumuskan sebagai panduan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya IPTEK yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, Undang-Undang No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi  yang telah diberlakukan sejak 29 Juli 2002, merupakan penjabaran dari visi dan misi IPTEK sebagaimana termaksud dalam UUD 1945 Amandemen pasal 31 ayat 5, agar dapat dilaksanakan oleh pemerintah besrta seluruh rakyat dengan sebaik-baiknya. Selain itu pula perkembangan IPTEK di berbagai bidangdi tengah perkembangan zaman yang semakin pesat semestinya dapat meningkatkan kualitas SDM di tengah bermunculannya dampak negative dari adanya perkembangan IPTEK, sehingga diperlukan pemikiran yang serius dan mantap dalam menghadapi permasalahan dalam penemuan-penemuan baru tersebut.



Penduduk, masyarakat dan kebudayaan


     Penduduk ialah orang – orang yang menetap dan mendiami suatu wilayah tertentu, lalu tumbuh dan berkembang didalam wilayah tersebut.
Masyarakat ialah suatu kehidupan sosial manusia yang menempati suatu wilayah tertentu dan didukung oleh pranata sosial untuk mengatur kehidupan sosial nya satu dengan yang lain. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.
Sedangkan kebudayaan ialah hasil budi daya manusia yang terjadi dari kebiasaan suatu golongan masyarakat yang telah menjadi tradisi turun menurun ke generasi selanjutnya, atau ada yang menyebut kebudayaan sebagai semua hasil karya, cipta dan rasa masyarakat.
Keterkaitan antara penduduk, masyarakat dan kebudayaan misalnya seorang penduduk yang akan mendiami suatu wilayah tertentu bertemu dengan penduduk daerah setempat lalu terjadi lah suatu interaksi sosial yang akan terjalin harmonis apabila di dukung dengan ada nya pranata sosial untuk menjaga keteraturan hubungan sehingga terbentuk lah masyarakat, lalu didalam hubungan antar masyarakat akan timbul lah kebiasaan yang terjadi akibat dari kesamaan watak, sifat, dan pemikiran yang telah menjadi tradisi turun merunun hingga menjadi kebudayaan di masyarakat itu sendiri yang akan membedakan suatu masyarakat dengan masyarakat lain nya.
      Contoh perbedaan kebudayaan orang asia dengan orang barat :
1.      Opini : kalau orang asia cenderung berbelit belit dalam hal berargumen, terkadang harus berputar-putar dahulu untuk mengatakan sesuatu, padahal maksud nya tidak serumit yang dipekirakan. Berbeda dengan orang barat yang cenderung langsung ke pokok permasalahan nya dan mereka tidak basa basi.
2.      Waktu : orang asia cenderung kurang menghargai waktu, kalau ada janji terkadang tidak tepat waktu dan banyak alasan. Sedangkan orang barat paling tidak suka kalau ada janji tidak tepat waktu.
3.      Terhadap suatu yang baru : orang barat kalau ada sesuatu yang baru tidak langsung ingin tahu atau ingin segera memiliki dan memakai nya, tapi hanya sekedar tahu saja. Sedangkan orang asia, khususnya orang indonesia kalau ada sesuatu yang baru, belum puas kalau belum sampai memilikinya, hanya karena takut ketinggalan zaman.
4.      Transportasi : Dahulu orang barat lebih suka memakai mobil, sekarang malah cenderung lebih suka memakai sepeda, mungkin karena fatkor pentingnya kesehatan. Berbeda dengan orang asia kalau dahulu masih memakai sepeda (mampunya beli sepeda) sekarang sudah harus memakai mobil, kalau mampu bahkan menggunakan jasa supir pribadi.
5.       Hari minggu : orang asia lebih suka menghabiskan waktu libur sabtu dan minggu pergi jalan-jalan, sekedar pergi ke mall, nonton bioskop. Sedangkan orang barat lebih memilih banyak dirumah menghabiskan waktu untuk beristirahat dibanding pergi jalan-jalan.

ORIENTASI 3 TAHUN KE DEPAN TENTENG DIRI SAYA


            Pada saat ini saya merupakan salah seorang mahasiswa Universitas Gunadarma, jurusan teknik informatika. Jurusan teknik informatika itu sendiri menurut saya merupakan salah satu jurusan yang cukup rumit karena pada jurusan ini mahasiswa dituntut untuk memahami berbagai seluk beluk computer, bagaimana cara membuat program, menjalankan program, menghafal cara memanggil sebuah sistem dan menjalankan nya serta berbagai jenis bahasa computer yang menurut saya sangat lah rumit.
           Apabila saya disuruh berorientasi 3 (tiga) tahun kedepan tentang diri saya mungkin pada tiga tahun kedepan saya berada dalam masa-masa yang sangatlah sibuk tentu nya, karena pada tiga tahun kedepan merupakan titik akhir pada jenjang strata satu (S1) karena itu pada saat mendekati kelulusan pastilah saya akan mendapatkan tugas akhir dimana tugas itu dapat menentukan seberapa besar pemahaman saya tentang jurusan yang saya ambil dalam bentuk nilai, semoga saja nilai yang saya peroleh dapat membanggakan kedua orang tua saya pastinya, Amin..
          Kemudian setelah lulus S1, saya ingin mencari pekerjaan dibeberapa perusahaan yang tentunya berkaitan dengan keahlian saya pastinya, dengan bermodalkan keterampilan dan IPK yang saya dapati ketika saya kuliah. Apabila memungkinkan dan tidak mengganggu pekerjaan, saya ingin meneruskan kuliah saya ketingkat S2 agar saya dapat lebih terampil lagi dimana kemampuan saya akan dapat bertambah. Mungkin hanya ini yang ada dipikiran saya sejauh ini sekian.

POTENSI DIRI

         Potensi diri merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud, yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal.
Secara umum, potensi dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
  • Kemampuan dasar, seperti tingkat intelegensi, kemampuan abstraksi, logika dan daya tangkap.
  • Etos kerja, seperti ketekunan, ketelitian, efisiensi kerja dan daya tahan terhadap tekanan.
  • Kepribadian, yaitu pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmaniah, rohaniah, emosional maupun sosial yang ditata dalam cara khas di bawah aneka pengaruh luar.
Menurut "Howard Gardner", potensi yang terpenting adalah intelegensi, yaitu sebagai berikut:
  1. Intelegensi linguistik, intelegensi yang menggunakan dan mengolah kata-kata, baik lisan maupun tulisan, secara efektif. Intelegensi ini antara lain dimiliki oleh para sastrawan, editor, dan jurnalis.
  2. Intelegensi matematis-logis, kemampuan yang lebih berkaitan dengan penggunaan bilangan pada kepekaan pola logika dan perhitungan.
  3. Intelegensi ruang, kemampuan yang berkenaan dengan kepekaan mengenal bentuk dan benda secara tepat serta kemampuan menangkap dunia visual secara cepat. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh para arsitek, dekorator dan pemburu.
  4. Intelegensi kinestetik-badani, kemampuan menggunakan gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan. Kemampuan ini dimiliki oleh aktor, penari, pemahat, atlet dan ahli bedah.
  5. Intelegensi musikal, kemampuan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk-bentuk musik dan suara. Kemampuan ini terdapat pada pencipta lagu dan penyanyi.



  1. Intelegensi interpersonal, kemampuan seseorang untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan, motivasi, dan watak temperamen orang lain seperti yang dimiliki oleh seseorang motivator dan fasilitator.
  2. Intelegensi intrapersonal, kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri. Kemampuan ini berkaitan dengan kemampuan berefleksi (merenung) dan keseimbangan diri.
  3. Intelegensi naturalis, kemampuan seseorang untuk mengenal alam, flora dan fauna dengan baik.
  4. Intelegensi eksistensial, kemampuan seseeorang menyangkut kepekaan menjawab persoalan-persoalan terdalam keberadaan manusia, seperti apa makna hidup, mengapa manusia harus diciptakan dan mengapa kita hidup dan akhirnya mati.

           Apabila saya diminta untuk menyebutkan potensi diri saya yang ada, maka saya tidak dapat menjawab dengan pasti. “Menurut saya potensi yang ada didalam diri seseorang belum tentu dapat disadari oleh orang tersebut”. Karena seseorang pada umumnya mempunyai banyak pemikiran dan keinginan tersendiri, baik yang muncul pada saat ia kecil maupun pada masa kini akibat dari adanya interaksi dengan lingkungan sekitar yang berpengaruh terhadap kemampuan seseorang yang berimbas kepada potensi yang dimiliki oleh orang tersebut.
           Sedangkan potensi dalam diri saya atau bisa dibilang dengan kemampuan, mungkin potensi yang terbesar yang ada didalam diri saya terletak di sepak bola, karena saya mempunyai bakat dan potensi yang besar di bidang olah raga. Oleh sebab itu saya menyukai segala jenis olah raga baik yang menuntut kemampuan fisik seperti sepak bola, futsal, bola volley, basket, renang, atletik, badminton.  Maupun yang menunut kinerja otak seperti catur. Walau dibilang tidak cukup mahir (ahli) tetapi saya bisa melakukan nya. sekian