Tampilkan postingan dengan label sepak bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepak bola. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 November 2011

Andik, Kecil-kecil Cabe Rawit

JAKARTA, KOMPAS.com - Postur tubuhnya mungil, tingginya hanya 162 sentimeter, tetapi keganasan sayap serang Andik Vermansyah di lapangan hijau membuat lawan tanding harus ekstra waspada. Pemain didikan Persebaya Surabaya junior ini memiliki kecepatan, kelincahan, dan akurasi tendangan ke arah gawang.
Andik menjadi salah satu motor serangan saat Indonesia menjinakkan Thailand 3-1 di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (13/11) malam. Andik menjelajah lapangan dari kiri ke kanan bertukar posisi dengan Oktovianus Maniani. Bahkan, dia ikut berjibaku membantu pertahanan.
Andik dua kali terkapar di rumput karena tekel keras bek kiri Thailand, Theeraton Bunmathan, dan gelandang Ekkasit Chaobut. Karena pelanggaran itu, wasit asal Korea Selatan, Kim Jong Hyeok, mengganjar kartu merah bagi kedua pemain itu.
”Untung tidak cedera. Tetapi, badan saya sakit-sakit karena dihajar terus oleh pemain Thailand,” ujar Andik disusul tawa.
Gol pertama Indonesia ke gawang Thailand yang dicetak Titus Bonai juga hasil kerja sama umpan satu-dua Andik bersama bek sayap kanan Hasyim Kipuw. Andik menjadi pemantul bola bagi Kipuw yang menusuk melalui sayap sebelum melepaskan umpan matang yang disundul Titus Bonai.

Titik balik
Titik balik karier sepak bola Andik terjadi saat masuk tim Jawa Timur dan meraih emas di PON Kalimantan Timur 2008. Pelatih tim Jawa Timur, Aji Santoso, memberikan kepercayaan dan kesempatan bermain kepada Andik. Sejak saat itu, Andik menemukan kepercayaan diri dan berani menampilkan kepiawaian sebagai pemain sayap yang agresif dan berbahaya.
”Pak Aji yang melatih saya cara bermain sepak bola. Saya dulu hanya tahu menyerang, tidak pernah mau bertahan. Pak Aji yang membimbing saya sehingga tahu bermain bola yang baik itu juga harus bertahan,” ujar Andik.
”Coach (pelatih) Aji Santoso sangat berjasa. Dia memberi kepercayaan dan kesempatan bukan hanya kepada pemain yang sudah punya nama,” tuturnya.
Andik pun dibawa Aji Santoso saat membesut Persebaya 1927. Kualitas permainan Andik menempatkannya sebagai pemain inti. Penampilan yang sangat berkesan bagi para penggemar sepak bola adalah saat Andik menggocek bola melewati tiga pemain bertahan Tangerang Wolves di Stadion Benteng, Tangerang, sebelum mencetak gol.
Andik adalah fenomena di kancah sepak bola nasional. Kiprahnya selama ini menginspirasi, postur tubuh mungil bukan penghalang menjadi pesepak bola jempolan.
”Kuncinya, kerja keras berlatih dan pantang menyerah,” ujar Andik.

Pra Piala Dunia 2014 Pelatih Iran Tetap Waspadai Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Iran, Carlos Queiroz, menyatakan pihaknya tak menargetkan sesuatu yang spesial dalam pikiran mereka saat menghadapi Indonesia di laga lanjutan Pra Piala Dunia 2014, Selasa (15/11/2011). Sebab, katanya, para pemain Iran sudah punya pemikiran bahwa mereka akan meraih kemenangan dan lolos ke babak selanjutnya.
Meski demikian, mantan pelatih timnas Portugal ini tak mau meremehkan pasukan Wim Rijsbergen. Menurutnya, meski Indonesia berada di peringkat paling bawah, laga besok akan tetap jadi laga yang sulit untuk pasukannya.
"Kami akan bermain tandang. Saya menyadari dukungan penonton Indonesia sangat luar biasa dan ini akan membebani kami. Kami mewaspadai antusiasme dan komitmen dari para pemain dan juga pendukung Indonesia. Meski ini laga yang sulit, kami sudah siap untuk mendapatkan hasil terbaik," kata Queiroz dalam konferensi pers jelang pertandingan, Senin (14/11/2011).
"Saya percaya Indonesia punya harapan tinggi dalam laga ini. Meski sudah pasti tidak lolos, tapi ekspektasinya akan sangat tinggi. Mereka akan tampil untuk menjaga harga diri dan kehormatan mereka di depan pendukungnya sendiri," sambungnya.
Namun, ia menambahkan timnya sudah mempersiapkan diri dengan baik. Iran datang dengan keinginan yang kuat dan sikap yang tepat untuk mengakhiri perjuangan mereka di kualifikasi di laga ini.
Ya, jika Iran mampu menang dalam laga ini maka mereka praktis lolos ke babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Saat ini Iran menduduki posisi pertama Grup E dengan 8 poin. Sementara Indonesia berada di posisi paling bawah dengan nilai 0.

Sabtu, 12 November 2011

SEA Games 2011: Vietnam Pesta Gol Di Gawang Brunei

Vietnam mencatat kemenangan terbesar pada SEA Games 2011 setelah menggunduli Brunei Darussalam 8-0 dalam pertandingan Grup B di Stadion Lebak Bulus, Sabtu (12/11). Sebelumnya, kemenangan terbesar diraih Indonesia ketika menggasak Kamboja 6-0.

Hasil ini membawa Vietnam memuncaki klasemen sementara dengan nilai sepuluh dari empat pertandingan yang telah dijalani. Vietnam unggul tiga angka dari Myanmar yang melakoni tiga laga, dan empat poin dari Timor Leste yang juga baru menyelesaikan tiga pertandingan.

Sementara Brunei yang telah menyelesaikan empat laga baru mengumpulkan satu angka, sehingga terdampar di dasar klasemen sementara.

Vietnam memperlihatkan keunggulan kualitasnya di laga ini dengan menerapkan permainan agresif. Laga baru berjalan satu menit, Vietnam sudah ungguk melalui tandukan Nguyen Van Quyet.

Gol cepat itu menumbuhkan motivasi Vietnam. Pada menit ke-12, Van Quyet menggandakan keunggulan tim besutan Falko Goetz ini. Van Quyet mencetak hat-trick selang satu menit kemudian.

Dominasi Vietnam terus berlanjut. Kiper Brunei Junaidi bin Akim memungut bola dari jalanya untuk kali keempat ketika Pham Than Luong membobol gawangnya pada menit ke-15. 4-0 untuk Vietnam

Selang tiga menit kemudian, Le Van Thang berhasil menerobos pertahanan Brunei guna memperbesar keunggulan Vietnam. Tim Negeri Paman Ho mencetak gol setengah lusin di menit ke-30 melalui Hoang Van Binh.

Vietnam tidak menghentikan serangannya ke pertahanan Brunei, sekalipun telah menggelontorkan enam gol ke gawang lawan. Kendati demikian, skor 6-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Vietnam masih belum puas dengan enam gol yang mereka lesakkan di 45 menit pertama. Umpan panjang dari lini tengah disambut Le Hoang Thien untuk mengubah papan skor menjadi 7-0 di menit ke-57.

Unggul tujuh gol tanpa balas, Veitnam sedikit menurunkan tempo permainan. Kendati demikian, unggulan di Grup B ini masih bisa menambah satu gol lagi di menit ke-72 melalui gol Dinh Than Trung.

Selain menelan kekalahan telak dari Vietnam, Brunei juga harus kehilangan satu pemain saat Hamizah bin Sulaiman diusir keluar lapangan sepuluh menit sebelum pertandingan berakhir.